Lifetime Wanderer











{May 19, 2012}   Diam

Diam itu bukan berarti bisu. Diam bukan berarti penuh amarah. Diam bukan hanya sabar. Diam. Diam itu adalah kebutuhan. Kebutuhan untuk tidak bicara. Kebutuhan untuk tidak mengucapkan ataupun memikirkan apapun yang harus dilontarkan. Diam. Jangan bertanya kenapa diam. Diam itulah jawaban. Tolonglah mengerti. Sekali ini saja. Aku ingin diam.

Advertisements


{May 18, 2012}   Crack Cracks Crack

Those songs distorted in a scrambled peace. They broke some harmonies and turned them into so many pieces. There’s a smile in a crowded place. It was too short to be captured by some eyes.
Life, that is how people call it. Somehow it’s complicated, but somehow we should enjoy it. Some stories filled it in and some stories put some pains. It doesn’t matter how it happens, as long as we know how to deal with it. Sometimes some cracks really crack, but sometimes it cracks down. Crack cracks crack.



{May 18, 2012}   Crack Cracks Crack

Those songs distorted in a scrambled peace. They broke some harmonies and turned them into so many pieces. There’s a smile in a crowded place. It was too short to be captured by some eyes.
Life, that is how people call it. Somehow it’s complicated, but somehow we should enjoy it. Some stories filled it in and some stories put some pains. It doesn’t matter how it happens, as long as we know how to deal with it. Sometimes some cracks really crack, but sometimes it cracks down. Crack cracks crack.



{February 18, 2012}   Kisah Jaman Sekolah (Part 1)

Membaca cerita Lupus mengingatkan aku kembali ke masa-masa sekolah yang tak tergantikan. Di bagian satu ini, aku mau cerita tentang masa SMA yang absurd. Yah, absurd memang.
Kisah absurd ini paling sering terjadi ketika kelas 2 SMA, terutama pada pelajaran bahasa Indonesia. Saya memang dari kecil punya bakat mengarang, iya mengarang. Suka ngarang-ngarang gitu deh. Eh. Pokoknya dari dulu itu suka banget nulis. Semua unek-unek ditulisin. Sampai dulu pernah nulis novel yang isinya absurd semua pas jaman SMP. Nah, tapi kita gak bahas itu.
Jadi, ceritanya pas kelas 2 SMA itu saya punya kelainan (entah kenapa) agak-suka-pelajaran-bahasa-Indonesia. Sampai pada suatu hari ada pelajaran drama. Nah, dipelajaran drama ini kita semua dibagi empat-sampai lima orang per kelompok. Setiap kelompok diharuskan menulis drama dan kemudian ditampilkan di depan kelas. Nah, teman-teman saya yang (ntah kenapa) percaya saja saya bisa nulis, meminta saya dengan hormat menulis naskah drama kita. Lah.
Dengan rasa gembira, penuh keharuan, dan suka citapun saya menulis drama sesuai dengan apa yang ada dipikiran saya. Mengarang. Jadi ketika itu saya yang sudah kenal internet (sekitar sepuluh tahun lalu) hanya tau kalau internet itu cuma bisa dipakai untuk MIRC, bikin email, baca gosip, plus main kuis online. Heheh. Makanya saya gak kepikiran kalau di internet itu ada mesin yang bisa nyariin apa saja (baca: google). Oleh sebab itu dengan semangat empat lima dan sorak-sorak bergembira saya bisa menyelesaikan naskah drama singkat itu dalam waktu satu jam. Nah! Sambil temen-temen itu ngerumpi nungguin guru mata pelajaran yang berikutnya datang, tiba-tiba saja naskah itu SELESAI!
Dengan perasaan aneh saya berseru “Nih, sudah siap!”
Manusia yang sedang asyik menggosip itu kaget, masa iya selesai. Yah, cuma empat halaman dengan hasil karangan otak ya wajar, tauk.
Mereka dengan takjub dan tak rela mengambil buku itu dan akhirnya menyetujui isi naskah drama yang sudah saya bilang ‘absurd’ tadi.
Akhirnya agar kami semua tidak merasa aneh menjalankan isi drama yang hanya saya yang tahu itu, maka kami semua mengadakan hal sakral yang disebut ‘latihan’.
Latihan yang dilakukan berkali-kali dalam seminggu itu bisa dikatakan sulit mencapai hasil maksimal. Ya mau gimana lagi, dua jam latihan itu satu jamnya ngerumpi, setengah jam makan dan setengah jam lagi nunggu latihan mulai. Loh. Absurd.
Akhirnya datanglah masa nan dinanti-nanti. Penampilan drama. Saya (ntah kenapa) gak deg-degan sama sekali. Ini sepertinya udah mati rasa,sih. Satu demi satu kelompok maju ke depan. Bagus. Dan sampailah digiliran kami. Jeng jenggg. Adegan awal lumayan. Adegan berikut agak lumayan. Adegan selanjutnya terasa makin aneh. Rasanya saya sudah total sekali memainkan drama ini. Sampai saya kebagian adegan ngumpet di bawah kolong meja penonton segala. Padahal itu harusnya lucu, tapi kok penonton bengong ya. Baiklah, saya harus sadar kalau kehidupan saya diwarnai oleh ketidak-lucuan hingga kegaringan. Jadi wajar. Adegan kemudian yang seharusnya ditakuti malah bikin tambah bingung. Disana, teman saya yang berperan sebagai penjahat menodongkan pisau (baca: rol plastik) sambil senyum. Ntah senyum ntah nyengir. Kurang jelas. Nah, yang ditodong mukanya datar aja. Absurd. Sekali lagi absurd. Hingga akhirnya drama berakhir sepertinya hanya kami yang tahu apa inti drama kami tersebut. Untunglah penilaian juga separoh diberikan oleh audiens yang notabene teman-teman sekelas saya. Ya secara mereka kasihan mungkin jadi nilai kita dikasih yang baik-baik saja.
Sejak hingga hari ini saya bingung, sebenarnya apa sih yang terjadi di depan kelas waktu itu. Ntahlah. Yang jelas jaman sekolah ini memang gak ada yang menggantikannya. Terutama keabsurd-annya. Sekian.



{February 16, 2012}  

I’ve seen many eyes, but only your eyes are memorable. I’ve seen many smiles, but only your smile is unforgettable. I’ve made many mistakes, but loving you is unmistakeable. You know how crazy is this? Double!!



{February 14, 2012}   Heart Talk of James & Ashley (1)

James: Have you ever tried to listen to your heart?

Ashley: No, never. What about you?

James: What do you think? Do I have to listen to my heart?

Ashley: What do you ask me back?

James: Because my heart only listens to what you said.

Ashley: …



{February 13, 2012}  


http://assets.tumblr.com/swf/audio_player.swf?audio_file=http://www.tumblr.com/audio_file/17590891205/tumblr_lzd6bu5BF01r0o9pu&color=FFFFFF&logo=soundcloud

A wait of someone to come and a wait of someone to comeback are totally different. Which one that you will pick up?

“I have died everyday waiting for you

Darling don’t be afraid

I have loved you for a thousand years

I’ll love you for a thousand more

And all along I believed

I would find you

Time has brought your heart to me

I have loved you for a thousand years

I’ll love you for a thousand more…”



{February 13, 2012}   Valentine’s Day

How are you my best readers ever, how is the life?? Going well?? Great then. Bicara tentang life, sekarang ini sudah tanggal 14 Februari, bukan? Yang artinya semua orang diseluruh dunia tak peduli umurnya, jabatannya, jenis kelaminnya, atau apapun yang dimilikinya, itu merayakan hari kasih sayang yang mereka sebut dengan Hari Valentine. Bicara tentang valentine, ada pihak yang sangat mengecam hal ini namun tentunya tetap ada yang selalu setia merayakannya tanpa ingin melewatkan sedetik pun pada hari tersebut. Valentine’s Day itu menurut sejarah berasal dari nama seorang pendeta yang bernama Valentino. Nah, terlepas dari asal nama dan cara perayaannya, saya ingin sedikit berkomentar karena ada rasa geli yang tertahan ketika ada yang menentang perayaan hari valentine ini. Well, kita semua manusia bebas berekspresi. Saya tidak merayakan valentine, bahkan tidak pernah, tapi saya juga tidak ingin mengecamnya. Kenapa? Bukan bermaksud membela, tapi itu hak setiap manusia. Sekarang lucunya dimana? Ketika banyak orang yang mengecam, ada hal aneh yang tersirat. Kenapa mengecamnya itu terdengar massive?? Yang seakan mengundang orang untuk menggali lebih jauh, bahkan jadi ikut memperingatinya. Padahal mungkin jika tidak dibahas orang akan lupa kalau hari ini sudah tanggal 14 Februari. Menurut saya, sudahlah. Take care of our own business. Bukan bermaksud menutup mata, tapi ini hal sentimentil. Jangan jadikan hal ini menjadi jurang pemisah. Ambil saja positifnya. Buktinya semua coklat dan bunga jadi laris manis dihari valentine, padahal biasanya menghabiskan stok lama saja susah. Yang perlu kita pusingkan mungkin jikalau bentuk peringatannya sudah melampaui batas norma. Well, mungkin ini cuma sekedar review sebelum tidur saya saja. But, it’s fun seeing everyone’s opinion about valentine. Semua orang bebas berpendapat, termasuk saya. Apalagi ini blog saya. Heheh. Baiklah, kalau begitu. Intinya yang merayakan have fun, yang tidak jangan pojokkan yang merayakan. Selamat malam menjelang pagi. Ciao 😉



{February 12, 2012}  

When everything’s mess just take a deep breath. No worries cause you will find the right path.



{February 11, 2012}  

nevver:

Dead at 48, Whitney Houston



et cetera